LABIB AHMADA, MUFTI (2025) OPTIMASI LAPANGAN PENYINARAN RADIASI PADA TERAPI SINAR-X UNTUK KANKER PARU-PARU MENGGUNAKAN PROGRAM PHITS VERSI 3.33 GUNA MENUNJANG TERAPI KANKER DI RUMAH SAKIT. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PERTAHANAN RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (3MB)
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (357kB)
BAB II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (881kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (292kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (381kB)
Abstract
Kanker paru-paru merupakan jenis kanker paling mematikan di Indonesia dengan potensi kematian sebesar 88,27%, di mana pada tahun 2022 tercatat 38.904 kasus dan 34.339 kematian menurut data WHO. Terapi kanker di Indonesia berkembang melalui pemanfaatan linear accelerator (Linac) dengan teknik SBRT,
namun masih menghadapi tantangan dalam optimalisasi jumlah lapangan penyinaran yang memengaruhi efektivitas distribusi dosis ke tumor dan jaringan sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jumlah lapangan penyinaran terapi sinar-X yang optimal dalam penanganan kanker paru-paru
stadium I. Metode yang digunakan adalah metode simulasi menggunakan perangkat lunak Particle and Heavy Ion Transport System (PHITS). Simulasi penyinaran radioterapi dimodelkan secara komputasional menggunakan perangkat lunak dengan sumber foton dari Linac dengan energi 10 MV. Objek penelitian didesain menggunakan phantom pria ORNL (versi 1996). Desain penyinaran dilakukan dengan skema 7, 9, dan 11 lapangan dengan jarak sumber sinar ke permukaan sebesar 80 cm. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan. Kurva PDD menunjukkan dosis yang diserap sel kanker dengan penggunaan 7, 9, dan 11 lapangan berturut-turut adalah 1,94 Gy, 2,03 Gy dan 2,06 Gy dengan waktu penyinaran 303 detik, 321 detik, dan 328 detik. Penggunaan 9 dan 11 lapangan memerlukan 6 kali fraksi, sedangkan penggunaan 7 lapangan memerlukan 7 kali fraksi. Hasil penelitian menunjukkan 9 lapangan lebih optimal dibandingkan dengan penggunaan 7 dan 11 lapangan karena memiliki dosis dosis total pada organ berisiko paling kecil dan waktu iradiasi lebih singkat daripada penggunaan 11 lapangan. Kesimpulannya adalah perencanaan terapi sinar-X untuk kanker paru-paru stadium I lebih optimal dengan menggunakan 9 lapangan penyinaran.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lapangan penyinaran, dosis, waktu iradiasi, fraksinasi. |
| Subjects: | Q Science > QC Physics R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas MIPA Militer > Prodi Sarjana Fisika |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 04:27 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 02:36 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/7121 |
