JESSICA DEBORAH OCTAVIA BR SIMANJUNTAK, RUTH (2025) PERBEDAAN PATOGENESITAS DAN VIRULENSI VIRUS EBOLA ZAIRE DAN EBOLA RESTON DENGAN STUDI IN-SILICO. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PERTAHANAN RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (254kB)
BAB II..pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (698kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (276kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (886kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (365kB)
Abstract
Virus Ebola termasuk patogen paling mematikan sehingga penanganannya harus menggunakan BSL4. Akan tetapi, selain strain Ebola Zaire yang memastikan pada manusia ada strain Ebola Reston yang hanya fatal pada primata tetapi tidak pada
manusia. Penelitian ini menggunakan metode in-silico (analisis alignment,protein modeling, protein viewing, molecular docking, dan molecular dynamics) untuk mengungkap pada tingkat molekuler perbedaan patogenesitas dan virulensi kedua strain tersebut. Data virus diunduh dari UniProt dan struktur protein dari Protein Data Bank. Analisis dilakukan terhadap protein utama yang berperan dalam patogenesitas (glycoprotein) dan virulensi (L protein dan VP35). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan residu asam amino kritis pada glycoprotein yang memengaruhi interaksi dengan reseptor DC-SIGN. Molecular docking
menunjukkan bahwa afinitas ikatan antara GP Zaire dan DC-SIGN lebih kuat
dibandingkan Reston, mendukung tingkat virulensi yang lebih tinggi. Simulasi molecular dynamics mengkonfirmasi bahwa Ebola Zaire memiliki stabilitas protein yang lebih tinggi, dengan fluktuasi yang lebih rendah pada protein L dan VP35,
yang berkontribusi pada tingkat virulensi dan patogenisitas yang lebih tinggi. Sebaliknya, Ebola Reston menunjukkan struktur protein yang lebih fleksibel, yang dapat menyebabkan penurunan interaksi dengan faktor inang dan mengurangi potensi patogenisitasnya. Secara keseluruhan, perbedaan molekuler pada protein terkait dapat menjelaskan perbedaan tingkat patogenisitas dan virulensi antara
Ebola Zaire dan Reston, yang dapat dijadikan dasar untuk pengembangan strategi penelitian dan pencegahan terhadap infeksi virus Ebola.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ebola Zaire, Ebola Reston, in-silico, glycoprotein, molecular docking, molecular dynamics |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Militer > Prodi Sarjana Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 03:17 |
| Last Modified: | 11 Sep 2026 03:17 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/7075 |
