Rozzan Fathoni, Muhammad (2024) EFEKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum), KUNYIT (Curcuma longa), DAN AMOXICILLIN PADA METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS STRAIN ATCC 33591. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PERTAHANAN RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (422kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (650kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (620kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (402kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (404kB)
Abstract
Latar Belakang: Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan bakteri patogen yang memiliki resistensi tinggi terhadap antibiotik beta-laktam, sehingga menyebabkan kesulitan dalam pengobatan infeksi yang ditimbulkan. Alternatif terapi antibakteri dari bahan alami yang mudah ditemukan di alam, seperti bawang putih dan kunyit, perlu dieksplorasi untuk meningkatkan efektivitas pengobatan MRSA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri ekstrak bawang putih, kunyit, dan amoxicillin terhadap MRSA strain ATCC 33591, serta menganalisis potensi kombinasi bahan alami dan antibiotik dalam menjadi alternatif dan dalam meningkatkan efektivitas terapi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan pendekatan broth macrodilution untuk menentukan konsentrasi hambat minimum dari masing-masing agen antibakteri. Pengujian dilakukan terhadap MRSA dengan
berbagai konsentrasi ekstrak bawang putih, kunyit, dan amoxicillin, serta kombinasi di antara ketiganya. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih efektif menghambat pertumbuhan MRSA pada konsentrasi 64 mg/ml, sedangkan amoxicillin efektif pada 0.94 mg/ml. Kombinasi ekstrak bawang putih dan kunyit, maupun keduanya bersamaan dengan amoxicillin menunjukkan efek sinergis dengan peningkatan aktivitas antibakteri dibandingkan penggunaan tunggal. Sebaliknya, ekstrak kunyit tidak menunjukkan efektivitas antibakteri yang signifikan terhadap MRSA, kemungkinan akibat kendala dalam proses ekstraksi, stabilitas dan kemampuan bakterisidal curcumin. Kesimpulan: Kombinasi ekstrak bawang putih, kunyit dan amoxicillin memiliki potensi sebagai terapi alternatif dalam mengatasi infeksi MRSA, sementara penggunaan tunggal dari kunyit tidak efektif dalam kondisi penelitian ini. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguji mekanisme molekuler, kuantifikasi zat aktif, toksisitas, serta efektivitas klinis kombinasi terapi ini
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus, bawang putih, kunyit, amoxicillin, resistensi antibiotik, antibakteri, konsentrasi hambat minimum, terapi alternatif. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Militer > Prodi Sarjana Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 01:04 |
| Last Modified: | 11 Sep 2026 01:04 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/7066 |
