PUSPA DAMAYANTHIE, BRAVENDRA (2024) HUBUNGAN SINDROM PREMENSTRUASI TERHADAP EMOTIONAL EATING PADA KADET MAHASISWI S1 FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PERTAHANAN RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (2MB)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (312kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (539kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (675kB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (299kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (961kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (288kB)
Abstract
Sindrom premenstruasi (PMS) merupakan gangguan yang sering dialami oleh wanita usia reproduktif, ditandai dengan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang dapat memengaruhi pola makan, termasuk emotional eating. Emotional eating adalah kecenderungan untuk makan berlebihan sebagai respons terhadap stres atau perubahan emosi. Penelitian ini didasarkan pada tingginya prevalensi PMS yang memengaruhi kondisi fisik dan emosional, yang berpotensi menyebabkan
perilaku makan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara PMS dan emotional eating pada Kadet Mahasiswi S1 Fakultas Kedokteran Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) untuk menilai PMS dan Eating Appraisal Due to Emotions and Stress (EADES) untuk
menilai emotional eating. Sebanyak 83 responden memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa 53,0% responden mengalami PMS berat dan 21,7% mengalami emotional eating. Analisis bivariat dengan uji Fisher Exact menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara PMS dan emotional
eating (p=0,327). Meskipun PMS berat cenderung dikaitkan dengan peningkatan emotional eating, hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor lain, seperti mekanisme coping dan lingkungan sosial,
mungkin memiliki peran lebih besar dalam mempengaruhi emotional eating. Penelitian ini merekomendasikan studi lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor psikologis, hormonal, dan sosial untuk memahami secara lebih mendalam
hubungan antara PMS dan emotional eating.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sindrom Premenstruasi, Emotional Eating, Kadet Mahasiswi, Universitas Pertahanan Republik Indonesia |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Militer > Prodi Sarjana Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 04:12 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 04:12 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/7033 |
