DEWANATA ARYSETO LINTANG PAMUNGKAS, PANDHU (2024) OPTIMALISASI PENGENDALIAN POSISI SUMBU AZIMUTH PADA MERIAM BOFORS MK3 KALIBER 57MM DENGAN PID COHEN-COON MENGGUNAKAN MATLAB SIMULINK. Undergraduate thesis, Universitas Pertahanan RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (2MB)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (653kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (490kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (412kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (491kB)
Abstract
Peningkatan kinerja alat utama sistem senjata (Alutsista) harus dilakukan untuk memastikan kehandalan dan efektivitas dalam suatu pertahanan negara. Salah satu contoh alutsista yang mencerminkan perkembangan kinerja teknologi militer
adalah Meriam Bofors MK3 Kaliber 57mm. Pengoptimalan posisi sumbu azimuth pada Meriam Bofors MK3 dilakukan dengan memanfaatkan tuning PID Cohen Coon untuk mengurangi overshoot agar tidak terjadi blackout pada kapal. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ketika kapal sedang berlayar dengan menggunakan tiga diesel generator, nilai rise time, settling time, dan overshoot pada Meriam Bofors MK3 sebelum menggunakan PID Cohen-Coon adalah 9.2 detik, 91.8 detik, dan 30.6%, sedangkan untuk Meriam Bofors MK3 setelah menggunakan PID Cohen-Coon adalah 27.5 detik, 42.4 detik, dan 0.114%. Ketika kapal sedang dalam perbaikan dengan menggunakan satu diesel generator secara bergantian, nilai rise time, settling time, dan overshoot pada Meriam Bofors MK3 sebelum menggunakan PID Cohen-Coon adalah 13.4 detik, 129 detik, dan
50.6%, sedangkan untuk Meriam Bofors MK3 setelah menggunakan PID Cohen-Coon adalah 42.4 detik, 120 detik, dan 5.2%. Kemudian dari simulasi Matlab Simulink sebelumnya, nilai Kp, Ki, dan Kd tersebut kemudian dimasukkan kedalam menu PID pada Gun Control Panel atau GCP pada Meriam Bofors MK3 secara langsung selama 5 hari dengan kondisi berlayar dan 5 hari dengan kondisi bersandar. Dari percobaan tersebut menghasilkan nilai overshoot rata-rata sebesar 13.64% saat kondisi kapal sedang berlayar dan 19.92% saat kondisi kapal
sedang bersandar, hal tersebut membuktikan bahwa PID Cohen-Coon mampu mengurangi overshoot untuk menghindari terjadinya blackout yang terjadi pada overshoot sebesar 58%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Meriam Bofors MK3 yang menggunakan PID Cohen-Coon memiliki nilai settling time dan
overshoot yang lebih baik daripada yang tidak menggunakan PID Cohen-Coon, meskipun nilai rise time-nya kurang bagus. Secara keseluruhan, penelitian ini menyatakan bahwa PID Cohen-Coon mampu mengoptimalisasi nilai settling time
dan overshoot dalam kondisi berlayar maupun bersandar.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Alutsista, Meriam Bofors MK3, PID, Cohen-Coon, Matlab Simulink. |
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering U Military Science > U Military Science (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan > Prodi Sarjana Teknik Elektro |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 02:24 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 02:24 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/6964 |
