NAULI SITUMORANG, DINDA (2024) HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN GANGGUAN PSIKOSOMATIS PADA MAHASISWA COHORT 2 DI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS PERTAHANAN RI. Undergraduate thesis, Universitas Pertahanan RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (2MB)
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (717kB)
BAB II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (703kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (728kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Gangguan psikosomatis, yang ditandai dengan keluhan fisik tanpa penyebab medis yang jelas, semakin meningkat secara global, terutama pada remaja akhir hingga dewasa muda. World Health Organization melaporkan bahwa bunuh diri merupakan penyebab utama kematian pada individu berusia 15–29 tahun, dengan stres sebagai faktor pemicu utama. Kecemasan merupakan gangguan mental yang paling
sering ditemukan pada mahasiswa. Faktor pemicu kecemasan dan
gangguan psikosomatis adalah stres. Mahasiswa program studi
kedokteran, termasuk mahasiswa cohort 2 di FKIK UNHAN RI, menghadapi tekanan akademik dan non-akademik yang tinggi, membuat mereka rentan stres sehingga dapat meningkatkan risiko kecemasan dan gangguan psikosomatis.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan desain cross-sectional. Dengan kuesioner Zung-Self Rating Anxiety Scale (SAS/SRAS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Patient Health Questionnaire-15 (PHQ-15) untuk mengukur kecenderungan gangguan psikosomatis yang kemudian datanya dimasukkan ke dalam program SPSS untuk diolah berdasarkan tahapan pengelolaan data penelitian kuantitatif.
Hasil: Didapatkan 46 dari 74 mahasiswa FKIK UNHAN RI Cohort 2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dari penelitian. Seluruh mahasiswa (100%) mengalami kecemasan dengan tingkat yang berbeda, dan lebih dari setengah mahasiswa (56.5%) tidak mengalami gangguan psikosomatis.
Dengan uji Korelasi Spearman, didapatkan r= 0.25 dan p=0.093 (p>0.05) yang bermakna terdapat hubungan positif lemah yang tidak konsisten antara kecemasan dan gangguan psikosomatis sehingga hipotesis nol gagal ditolak. Kesimpulan: Kecemasan dan gangguan psikosomatis memiliki interaksi yang kompleks sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut dengan faktor faktor perancu sebagai variabel tambahan untuk diteliti.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kecemasan, gangguan psikosomatis, mahasiswa kedokteran, SAS/SRAS, PHQ-15. |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Militer > Prodi Sarjana Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 01:57 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 07:58 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/5573 |
