PRISCILLA YULION, CALLISTA (2024) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN FRAKTUR STRES BERDASARKAN KARAKTERISTIK SISWA PENDIDIKAN KOMANDO DI PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN PASUKAN KHUSUS KOMANDO PASUKAN KHUSUS DI BATUJAJAR, JAWA BARAT, INDONESIA:PENDEKATAN RETROSPEKTIF DENGAN DATA SEKUNDER. Undergraduate thesis, Universitas Pertahanan RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (826kB)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (285kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (540kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (229kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (374kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang. Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 mencatat penurunan prevalensi stunting pada balita dari 24,4% di 2021 menjadi 21,6% di 2022, tetapi masih jauh dari target SSGI pada tahun 2024 sebesar 14%. Masalah gizi pada
balita di Indonesia, khususnya stunting, tetap menjadi tantangan kesehatan yang sulit diatasi. World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan stunting memiliki dampak jangka pendek dan panjang, termasuk meningkatnya angka kesakitan dan kematian, penurunan fungsi kognitif, motorik, dan bahasa, serta risiko obesitas dan komorbiditasnya. Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan
(HPK) menjadi upaya nyata global untuk mengatasi masalah gizi, dengan fokus pada periode kritis sejak janin hingga anak berusia 2 tahun. Gerakan 1000 HPK mencakup aspek-aspek seperti asupan gizi ibu, ANC, IMD, ASI eksklusif, MP-ASI,
imunisasi, serta pemantauan berat dan panjang badan bayi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu terhadap 1000 HPK berkaitan dengan status gizi anak. Oleh karena itu, penelitian ini akan meneliti
hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap 1000 HPK dengan status gizi batita di Grup 3 Kopassus Cijantung, mengingat masih ada kendala dalam mencapai target gizi.Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap 1000 HPK dengan status gizi anak batita di Posyandu Bungur 4 RW 03 Kopassus Cijantung. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan analitik observasional
dengan desain studi cross sectional. Dengan tujuan untuk mengamati hubungan antara faktor risiko (variable independent) dengan suatu akibat atau keadaan tertentu (variable dependen) dan pengukurannya dilakukan dalam satu waktu tanpa ada follow up. Hasil dan Pembahasan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ibu yang menjadi responden mayoritas berusia 20-29 tahun (45%) dan 30 40 tahun (45%), serta sebagian besar berpendidikan SMA (38%) dan Sarjana
(30%). Tingkat pendidikan ibu mempengaruhi pengetahuan tentang 1000 HPK, dengan responden berpendidikan tinggi lebih mungkin memiliki pemahaman komprehensif. Sebanyak 47,1% responden memiliki pengetahuan cukup tentang
1000 HPK, dan pengetahuan ini dipengaruhi oleh usia, pekerjaan, dan pendidikan ibu. Sikap ibu terhadap 1000 HPK juga dianalisis, dan sebagian besar (74,5%) termasuk dalam kategori baik. Pengetahuan dan sikap ibu juga berkaitan dengan status gizi anak, dengan mayoritas responden menunjukkan gizi normal pada anak. Kesimpulan. Penelitian ini konsisten dengan temuan penelitian sebelumnya
yang menunjukkan hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan praktik gizi anak, serta memperlihatkan potensi positif dari pemahaman yang baik terhadap 1000 HPK dalam meningkatkan status gizi anak.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pengetahuan, Sikap, 1000 Hari Pertama Kehidupan, Status Gizi |
| Subjects: | R Medicine > RD Surgery R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Militer > Prodi Sarjana Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 00:53 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 00:53 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/5567 |
