O. SEFA, SELLA (2024) EVALUASI PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIBIOTIKA DI RUMAH SAKIT dr. SUYOTO TAHUN 2022 DAN 2023. Undergraduate thesis, Universitas Pertahanan RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (337kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (584kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (221kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (398kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Peningkatan kasus infeksi menyebabkan semakin tingginya penggunaan terapi antibiotika. Namun sebagian besar penggunaan antibiotika di rumah sakit masih tidak sesuai dengan pedoman penggunaan yang benar sehingga terjadinya resistensi terhadap antibiotika. Adanya upaya pengendalian Antimicrobial Resistance (AMR) telah menjadi fokus utama dalam sistem pelayanan kesehatan melalui pembentukan Program Pengendalian Resistensi Antibiotika (PPRA) di rumah sakit sesuai dengan ketentuan Permenkes No. 8 tahun 2015. Rumah Sakit dr. Suyoto merupakan salah satu rumah sakit yang sudah menerapkan PPRA. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan data terkait upaya pengendalian resistensi antibiotika di Rumah Sakit dr. Suyoto berdasarkan buku yang diterbitkan WHO tahun 2019 yang berjudul Antimicrobial Stewardship Programmes (AMS) dengan beberapa parameter seperti antimicrobial use (DDD/100 patient-days), patient outcomes (mortality, Length Of Stay, readmission, durasi penggunaan antibiotika), dan microbiology outcomes. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif dan analisis statistik berupa data sekunder yaitu catatan rekam medis yang diambil secara retrospektif purposive sampling di Rumah Sakit dr. Suyoto periode tahun 2022 dan 2023. Hasil perhitungan DDD yang diperoleh periode tahun 2022 dan 2023 masing-masing sebesar 171,52 DDD/100 patientdays dan 205,2 DDD/100 patient-days. Selain itu, tidak ada perbedaan bermakna pada patient outcomes (p = 0,802) serta adanya perbedaan signifikan pada Length of Stay (p = 0,38). Perbandingan durasi pemakaian antibiotika seftriakson, levofloksasin, meropenem periode tahun 2022 dan 2023 berturut-turut memiliki nilai p = 0,00; p = 0,06; p = 0,306.
Kata kunci: pengendalian resistensi antibiotika, Program Pengendalian Resistensi Antibiotika (PPRA), Antimicrobial Resistance (AMR), penggunaan terapi antibiotika, Rumah Sakit dr. Suy
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi Militer > Prodi Sarjana Farmasi |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 02:58 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 02:58 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/2802 |
