PUTRI RAMADHANI, DENNISA (2024) KERAGAMAN GENETIK KORO BENGUK (Mucuna pruriens (L). DC) ASAL PULAU JAWA DAN SUMATRA BERDASARKAN MARKA MOLEKULER Sequence Related Amplified Polymorphism (SRAP) DALAM RANGKA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PERTAHANAN RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (407kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (405kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (473kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (254kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (384kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tanaman Koro benguk (Mucuna pruriens (L). DC) merupakan tanaman penghasil biji yang mampu tumbuh dan bertahan dalam keadaan kekeringan, lahan tandus, dan defisiensi unsur hara. Biji yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan
pangan yang memiliki senyawa penting, kadar protein tinggi, karbohidrat tinggi, dan kadar lemak rendah. Mucuna pruriens (L). DC telah tersebar luas di Indonesia dan memiliki nama lokal, seperti benguk (Jawa), kowas (Sunda), dan kekara juleh (Maluku). Karakteristik morfologi dan genetik dari masing-masing aksesi asal belum diketahui sehingga pemanfaatan untuk pemuliaan dan potensi tanaman belum dapat dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan
mengevaluasi profil keragaman genetik dan struktur populasi yang tersebar di Indonesia menggunakan marka molekuler Sequence-Related Amplified Polymorphism (SRAP) agar selanjutnya dapat digunakan untuk mendukung klasifikasi serta kebutuhan pemuliaan tanaman. Primer SRAP yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 25 kombinasi primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesi Mucuna pruriens (L). DC yang tersebar di pulau Jawa dan Sumatra
dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar berdasar dendogram yang menunjukkan bahwa aksesi yang ada di Jawa dan Sumatra memiliki kesamaan genetik yang tinggi dengan K=3. Struktur populasi dengan analisis PCoA menunjukkan bahwa aksesi yang berasal dari Jawa Tengah memiliki kesamaan genetik lebih tinggi terhadap aksesi dari Sumatra, sedangkan aksesi dari Jawa Timur cenderung memiliki kesamaan genetik dengan aksesi Jawa Barat. Variasi genetik dalam populasi yang sama memiliki nilai 18,42 menunjukkan nilai lebih rendah dibanding variasi antar populasi sebesar 80,58 yang menunjukkan terjadinya interaksi genotipe dan lingkungan spesifik lokasi pada satu populasi luas dan adanya peran manusia dalam persebaran sebagai tanaman budidaya. Hasil
ini dapat bermanfaat untuk pengembangan pemuliaan tanaman lebih lanjut dan mempersiapkan Mucuna pruriens (L). DC sebagai tanaman yang mampu mendukung ketahanan pangan nasional.
Kata kunci: Keragaman Genetik, Mucuna pruriens (L). DC, SRAP
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > QH Natural history > QH301 Biology Q Science > QK Botany |
| Divisions: | Fakultas MIPA Militer > Prodi Sarjana Biologi |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 07:37 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 07:37 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/2344 |
