NURIANSYAH, AGAM (2025) RANCANG BANGUN VOICE REPEATER DAN AUTOMATIC PACKET REPORTING SYSTEM BERBASIS HANDY TALKIE PADA DRONE GUNA MENDUKUNG OPTIMALISASI KOMUNIKASI MILITER. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PERTAHANAN RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Download (365kB)
BAB II.pdf
Download (941kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (960kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
BAB V.pdf
Download (283kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (301kB)
Abstract
Komunikasi di wilayah terpencil dengan kondisi geografis sulit seperti hutan dan pegunungan menjadi tantangan utama dalam operasi militer. Penelitian ini mengembangkan sistem komunikasi berbasis voice repeater (VR) dan automatic
packet reporting system (APRS) yang diintegrasikan pada drone untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas komunikasi di daerah yang tidak terjangkau jaringan konvensional. Penelitian menggunkaan pendekatan eksperimental dengan pengujian langsung menggunakan drone DJI Matrice 600 yang dilengkapi sistem VR dan APRS berbasis Handy Talkie (HT). Evaluasi meliputi jangkauan komunikasi, link budget, kestabilan komunikasi di berbagai medan, serta analisis
kualitas suara menggunakan parameter Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR) dan Mean Squared Error (MSE). Hasil menunjukkan bahwa voice repeater mampu memperluas jangkauan komunikasi hingga 20 km dengan kualitas suara optimal pada jarak 5–10 km, meskipun terjadi penurunan pada jarak 15–20 km. Analisis
kualitas suara menunjukkan nilai PSNR dan MSE lebih dari 20 dB, menandakan sedikit terjadinya distorsi dan kualitas suara yang tetap terjaga. Pengukuran link budget fade margin berada di kisaran 65 dB hingga 73 dB, menandakan sistem
sangat andal dalam kondisi ideal. APRS berhasil mengirim dan meneruskan data posisi serta informasi lingkungan secara real-time dengan keandalan tinggi pada frekuensi 144.390 MHz. Sistem ini efektif mengatasi hambatan fisik di medan berat dan menawarkan solusi komunikasi yang efisien serta hemat biaya, mengurangi ketergantungan pada infrastruktur konvensional. Selain itu, perbedaan spektrum VHF dan UHF mempengaruhi sensitivitas HT, frekuensi VHF lebih stabil pada daerah terbuka namun memiliki keterbatasan jarak, sedangkan frekuensi UHF lebih optimal untuk lingkungan perkotaan dengan banyak hambatan fisik. Analisis menunjukkan bahwa integrasi VR dan APRS secara signifikan mampu meningkatkan komunikasi prajurit pada medan operasi yang sulit dijangkau. Namun, disarankan untuk mengintegrasikan antena dengan gain lebih besar, meningkatkan daya pancar, serta mengoptimalkan algoritma pemrosesan sinyal guna memaksimalkan performa sistem komunikasi di lapangan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | telekomunikasi, voice repeater, automatic packet reporting system |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan > Prodi Sarjana Teknik Elektro |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 04:55 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 04:55 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/7198 |
