PEMODELAN MULTIVARIAT SPASIAL M-MODELS PADA INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI JAWA BARAT

ALFARISI, SALMAN (2025) PEMODELAN MULTIVARIAT SPASIAL M-MODELS PADA INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI JAWA BARAT. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PERTAHANAN RI.

[thumbnail of HALAMAN AWAL] Text (HALAMAN AWAL)
HALAMAN AWAL.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf

Download (677kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB)

Abstract

Infeksi Menular Seksual seperti HIV serta hepatitis B & C telah menjadi ancaman kesehatan global, termasuk di Jawa Barat. Pada tahun 2022, Jawa Barat menempati peringkat pertama jumlah kasus HIV dan peringkat kedua ibu hamil yang terdeteksi hepatitis B. Kondisi ini mengindikasikan adanya pengaruh dari karakteristik wilayah, topografi, sosiodemografi, dan aktivitas pariwisata. Penelitian ini bertujuan membentuk pemodelan regresi multivariat spasial, mengidentifikasi faktor yang berpengaruh dan pola persebaran risiko relatif, serta mengetahui tren tingkat pengaruh faktor terhadap HIV dan hepatitis B & C. Penelitian ini menggunakan Multivariat Spasial M-Models dengan tiga prior spasial iCAR, pCAR, dan BYM2 yang diestimasi menggunakan INLA. Variabel penjelas dikelompokkan dalam tiga dimensi, yaitu Topografi, Sosiodemografi, dan Pariwisata. Penelitian ini menghasilkan 30 model regresi multivariat spasial. Variabel lereng dan jumlah penduduk miskin memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap persebaran kedua penyakit, sedangkan tingkat pengangguran memiliki pengaruh signifikan positif. Selain itu, rata-rata lama pendidikan menunjukkan pengaruh signifikan positif terhadap hepatitis B & C, sementara variabel pariwisata tidak ada yang berpengaruh signifikan. Pola persebaran risiko relatif HIV dan hepatitis B & C menunjukkan kemiripan, dengan risiko tinggi ditemukan di wilayah perkotaan dan distribusi bersifat menyebar. Sementara itu, tren pengaruh variabel tidak menunjukkan pola tertentu. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan strategi penanganan IMS di Jawa Barat dan memberikan kontribusi untuk penelitian selanjutnya misalnya melalui penambahan periode observasi, perbandingan metode analisis, dan sebagainya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: BYM 2, CAR, Hepatitis B & C, HIV, INLA
Subjects: Q Science > QA Mathematics
Divisions: Fakultas MIPA Militer > Prodi Sarjana Matematika
Depositing User: Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id
Date Deposited: 05 Oct 2026 03:36
Last Modified: 05 Oct 2026 03:36
URI: http://repo.idu.ac.id/id/eprint/7192

Actions (login required)

View Item
View Item