LESTARI DIAN SUBIANTY, VONNA (2025) RANCANG BANGUN SISTEM DETEKSI TUMOR PAYUDARA TANPA RADIASI PENGION BERBASIS ANTENA ANTIPODAL VIVALDI GUNA MENDUKUNG DIAGNOSTIK DI RUMAH SAKIT MILITER DKT (DOKTER KHUSUS TENTARA). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PERTAHANAN RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (2MB)
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (313kB)
BAB II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (550kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (710kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (4MB)
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (366kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (375kB)
Abstract
Radiasi pengion dianggap sebagai risiko yang terkait dengan mamografi. Kekurangan dari deteksi klinis tersebut, menimbulkan inovasi baru mengenai adanya pengembangan deteksi kanker menggunakan gelombang elektromagnetik non-ionisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang sistem deteksi tumor payudara yang bersifat non-pengion dan portabel, sehingga dapat
digunakan di daerah dengan fasilitas kesehatan yang terbatas. Untuk mewujudkan hal tersebut, Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain antena dan phantom menggunakan CST Suite Studio serta proses fabrikasi dengan beberapa tahap uji. Berdasarkan hasil simulasi dan pembuatan prototipe menunjukkan
bahwa antena bekerja secara efisien, ditunjukkan oleh nilai return loss di bawah 10 dB. Meskipun terdapat perbedaan antara hasil simulasi dan prototipe akibat pengaruh kondisi lingkungan nyata, arah utama radiasi tetap konsisten. Sementara itu, pengujian dengan variasi jarak antar antena menunjukkan bahwa
jarak 11 cm memberikan performa terbaik. Pada jarak ini, sinyal mampu membedakan jenis jaringan secara lebih jelas dan proses filtering bekerja secara optimal. Dengan demikian, sistem deteksi yang dirancang berhasil menunjukkan potensi tinggi sebagai solusi alternatif yang aman, efektif, dan dapat diterapkan di lingkungan dengan keterbatasan sumber daya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Deteksi tumor payudara, Radiasi non-pengion, Antena, Gelombang elektromagnetik, Sistem deteksi portabel |
| Subjects: | Q Science > QC Physics T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas MIPA Militer > Prodi Sarjana Fisika |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 04:07 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 02:38 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/7131 |
