FAJAR UTAMI, DIASTUTY (2025) ANALISIS DOSIS 99MTC-PERTEKNETAT PADA PRIA DAN WANITA DEWASA UNTUK PROSEDUR DIAGNOSTIK DI INSTALASI KEDOKTERAN NUKLIR RUMAH SAKIT MILITER BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI HEWAN MODEL MENCIT. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PERTAHANAN RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (2MB)
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (380kB)
BAB II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (719kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (341kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (5MB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (413kB)
Abstract
Pusat Penelitian Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri baru-baru ini mengembangkan beberapa radioisotop berbasis reaktor, termasuk [99mTc]Tc, [131I]I, [153Sm]Sm, [177Lu]Lu, dan [32P]P untuk mengatasi meningkatnya permintaan di Indonesia akan zat-zat penting ini. Untuk menilai toksisitas 99mTc-perteknetat dalam organ, evaluasi dosimetri dilakukan untuk menentukan dosis yang diserap pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dosis yang diserap organ pada pria dan wanita dewasa menggunakan data biokinetik in-vivo yang
diperoleh dari tikus pada 0.5, 1, 3, 5, dan 24 jam pasca injeksi. Organ dibedah dan diukur radioaktivitasnya untuk mendapatkan kurva waktu-aktivitas, yang kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak dosimetri yang berbeda: OLINDA/EXM
1.0, OLINDA/EXM 2.0, IDAC-DOSE 2.1, dan MIRDFIT. Farmakokinetik dalam organ mengikuti model single-exponential dengan instant uptake. Perkiraan dosis efektif (mSv/MBq) akan dibandingkan di lima model dosimetri. Untuk mencit dihasilkan OLINDA/EXM 1.0 (0.0022), OLINDA/EXM 2.0 (0.0022), MIRDFIT menggunakan OLINDA/EXM 1.0 dan OLINDA/EXM 2.0 (0.0018 dan 0.0018),
IDAC-DOSE 2.1 menggunakan OLINDA/EXM 1.0 dan OLINDA/EXM 2.0 (0.0060 dan 0.0054). Untuk manusia dihasilkan OLINDA/EXM 1.0 (0.0020), OLINDA/EXM 2.0 (0.0021), MIRDFIT menggunakan OLINDA/EXM 1.0 dan OLINDA/EXM 2.0 (0.0017 dan 0.0018), IDAC-DOSE 2.1 menggunakan OLINDA/EXM 1.0 dan OLINDA/EXM 2.0 (0.0045 dan 0.0043). Dapat disimpulkan bahwa 99mTc Perteknetat memenuhi kriteria kelayakan untuk aplikasi diagnostik kedokteran
nuklir dengan kategori underdose dari nilai rekomendasi ICRP 128.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | 99mTc-perteknetat, uji biodistribusi, estimasi dosis internal |
| Subjects: | Q Science > QC Physics R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas MIPA Militer > Prodi Sarjana Fisika |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 01:43 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 02:21 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/7113 |
