Kresna Fiandra Tauvik Togutua, Daniel (2025) ESTIMASI KEBUTUHAN AIR DAN ANALISIS METABOLIT TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.) GUNA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PERTAHANAN RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (296kB)
BAB II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (530kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (570kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (696kB)
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (277kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (779kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (382kB)
Abstract
Pemanasan global telah menyebabkan peningkatan suhu bumi yang berdampak pada ketersediaan air. Kondisi ini berpotensi menurunkan produktivitas tanaman sekaligus meningkatkan risiko kegagalan panen. Informasi mengenai kebutuhan air suatu tanaman akan bermanfaat dalam mendukung pengelolaan air pada pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan air pada cabai merah dan cabai rawit pada fase vegetatif, berbunga, dan berbuah. Tiga varietas cabai (Adelina, Bara, dan Genie) diuji menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Pengamatan
dilakukan terhadap parameter air (transpirasi, evaporasi, dan perkolasi),
parameter lingkungan (suhu udara dan kelembaban relatif), parameter pertumbuhan (tinggi tanaman, tinggi dikotomus, jumlah buah, jumlah daun, jumlah bunga, diameter batang, jumlah cabang, klorofil, diameter kanopi) setiap minggu
selama empat minggu. Parameter biokimia diamati pada daun (amonium, nitrat, fosfat) dan buah (fenol, capsaicin, dihidrocapsaicin, dan antioksidan DPPH) dan parameter hasil (jumlah dan bobot buah) diamati pada saat panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berkorelasi positif dengan penggunaan air (transpirasi, evaporasi, dan perkolasi). Varietas cabai toleran (Genie) memerlukan lebih sedikit
air dibandingkan varietas rentan (Adelina dan Bara). Pertumbuhan tanaman pada varietas tersebut dipengaruhi oleh faktor genetiknya. Kultivar cabai rawit memiliki
ukuran tanaman lebih tinggi dibandingkan kultivar cabai merah, namun laju transpirasi antar varietas cabai lebih dipengaruhi oleh tingkat toleransinya terhadap kekeringan. Interaksi antara varietas cabai dan kondisi pot hanya
mempengaruhi kadar nitrat pada parameter biokimia. Pada Varietas rentan kekeringan (Adelina dan Bara) mengalami peningkatan kadar nitrat pada kondisi kadar air media yang lebih tinggi. Kadar antioksidan DPPH dan flavonoid dibedakan oleh jenis varietas. Kadar flavonoid Bara dan Genie lebih tinggi daripada Adelina, sedangkan kadar DPPH keduanya lebih rendah daripada Adelina. Aktivitas antioksidan DPPH cabai merah besar (Adelina) lebih tinggi dibandingkan dengan cabai rawit (Genie dan Bara).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Biokimia, cabai, evapotranspirasi, ketahanan, metabolit |
| Subjects: | Q Science > QH Natural history > QH301 Biology Q Science > QK Botany |
| Divisions: | Fakultas MIPA Militer > Prodi Sarjana Biologi |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 08:22 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 04:02 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/7086 |
