GAMBARAN PERUNDUNGAN (BULLYING) PADA SISWA SMK KESEHATAN TRIPLE J CITEUREUP JAWA BARAT

RAIHAN ARIFFANDI, MUHAMMAD (2024) GAMBARAN PERUNDUNGAN (BULLYING) PADA SISWA SMK KESEHATAN TRIPLE J CITEUREUP JAWA BARAT. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PERTAHANAN RI.

[thumbnail of HALAMAN AWAL] Text (HALAMAN AWAL)
HALAMAN AWAL.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (291kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (282kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (248kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (391kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (226kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (354kB)

Abstract

Penelitian ini berfokus pada gambaran kasus perundungan (bullying) yang terjadi di kalangan siswa SMK Kesehatan Triple J Citeureup, Jawa Barat. Penindasan atau perundungan adalah tindakan agresif yang tidak diinginkan oleh korban, baik individu maupun kelompok. Tindakan ini dilakukan dengan tujuan untuk menyakiti korban, baik secara fisik maupun emosional. Penindasan berulang atau berpotensi terulang di masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan kuesioner Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ) untuk mengukur tiga jenis perundungan, yaitu verbal, fisik, dan nonverbal/non-fisik. Sampel penelitian terdiri dari 88 siswa yang dipilih secara total sampling. Penelitian menunjukkan perundungan verbal merupakan bentuk perundungan yang paling sering terjadi, dengan 43,2% siswa melaporkan tidak pernah mengalami perundungan verbal, 42% mengalami perundungan sekali atau
dua kali sebulan, dan 14,8% mengalami perundungan satu kali atau lebih dalam seminggu. Perundungan fisik dilaporkan oleh 69,3% siswa yang tidak pernah mengalaminya, 22,7% mengalami perundungan fisik sekali atau dua kali sebulan, dan 8% mengalami perundungan fisik satu kali atau lebih dalam seminggu. Sementara itu, perundungan non-verbal/non-fisik dilaporkan oleh 53,4% siswa yang tidak pernah mengalaminya, 28,4% mengalami perundungan sekali atau dua kali sebulan, dan 18,2% mengalami perundungan satu kali atau lebih dalam
seminggu. Hal ini menunjukkan perundungan masih menjadi masalah serius di lingkungan sekolah, terutama perundungan verbal. Penelitian ini memerlukan program intervensi yang komprehensif untuk mengurangi perundungan, termasuk
pendidikan tentang dampak perundungan, dukungan psikologis bagi korban, dan pengembangan keterampilan sosial di kalangan siswa. Selain itu, penting bagi sekolah untuk menyusun kebijakan anti-perundungan yang jelas dan melibatkan seluruh pihak, termasuk guru, orang tua, dan siswa, dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Perundungan, Bullying, Perundungan Verbal, Perundungan Fisik, Perundungan Non-Verbal.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran Militer > Prodi Sarjana Kedokteran
Depositing User: Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id
Date Deposited: 08 Sep 2026 07:56
Last Modified: 08 Sep 2026 07:56
URI: http://repo.idu.ac.id/id/eprint/7058

Actions (login required)

View Item
View Item