PENGEMBANGAN SEDIAAN DISCLOSING SOLUTION DARI EKSTRAK TERSTANDAR BUAH BIT (Beta vulgaris L.) UNTUK DETEKSI DINI KARIES GIGI

NABIL NAJMUDDIN AL BAARIQ, HISYAM (2025) PENGEMBANGAN SEDIAAN DISCLOSING SOLUTION DARI EKSTRAK TERSTANDAR BUAH BIT (Beta vulgaris L.) UNTUK DETEKSI DINI KARIES GIGI. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PERTAHANAN RI.

[thumbnail of HALAMAN AWAL] Text (HALAMAN AWAL)
HALAMAN AWAL.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (656kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (909kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf

Download (744kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (801kB)

Abstract

Karies gigi merupakan permasalahan kesehatan global yang umum dijumpai, terutama di negara berkembang, dan umumnya disebabkan oleh akumulasi plak akibat aktivitas bakteri. Deteksi dini terhadap plak dapat dilakukan menggunakan
disclosing solution guna mencegah perkembangan karies. Namun, sebagian besar produk yang tersedia masih menggunakan pewarna sintetis yang berisiko bagi kesehatan jika digunakan jangka panjang. Buah bit merah (Beta vulgaris L.) mengandung pigmen betalain alami yang aman dan potensial sebagai agen
pewarna alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi optimum disclosing solution berbasis ekstrak Beta vulgaris L. Standardisasi simplisia
dilakukan melalui analisis makroskopik, mikroskopik, kadar abu total dan tidak larut asam, sari larut air dan etanol, susut pengeringan, serta kandungan betasianin dan betaxanthin. Ekstrak kering diperoleh melalui ekstraksi etanol 70% dengan ultrasonikasi dan dikeringkan secara freeze-drying, kemudian distandardisasi. Tiga formula sediaan dikembangkan dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dan dievaluasi secara organoleptik, viskositas, pH, volume terpindahkan, serta kadar pigmen aktif. Hasil menunjukkan bahwa formula F2 dan F3 stabil secara organoleptik hingga hari ke-14. Viskositas meningkat seiring peningkatan
konsentrasi ekstrak, sedangkan pH menurun selama penyimpanan namun tetap stabil untuk pigmen. Secara statistik, waktu penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap pH (p<0,05), sedangkan variasi formula berpengaruh signifikan terhadap
kadar betasianin dan betaxanthin (p<0,05). Formula F3 menunjukkan kestabilan fisik terbaik serta mempertahankan kadar pigmen tertinggi, sehingga direkomendasikan sebagai formulasi optimum.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Standardisasi, Beta vulgaris L., Disclosing Solution, Betasianin, Betaxanthin, Pewarna Alami, Formulasi Optimum
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi Militer > Prodi Sarjana Farmasi
Depositing User: Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id
Date Deposited: 02 Sep 2026 01:15
Last Modified: 02 Sep 2026 01:15
URI: http://repo.idu.ac.id/id/eprint/6996

Actions (login required)

View Item
View Item