Syakinah, Alvi (2025) UJI IRITASI LOKAL DAN UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK CABAI (Capsicum annuum) VARIAN PONTIANAK KALIMANTAN BARAT SEBAGAI BAHAN AKTIF AGEN PENINDAK HURU-HARA. Undergraduate thesis, Universitas Pertahanan RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (801kB)
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (356kB)
BAB II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (683kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (684kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (345kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (375kB)
Abstract
Cabai (Capsicum annuum) varian Pontianak Kalimantan Barat merupakan salah satu jenis cabai lokal Pontianak Kalimantan Barat yang diketahui memiliki kadar capsaicin tinggi dan berpotensi digunakan sebagai agen penindak huru-hara. Namun, sebelum dapat digunakan secara luas, diperlukan profil keamanan ekstrak tersebut, khususnya melalui pengujian praklinik seperti uji iritasi lokal dan uji toksisitas akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi iritasi lokal serta mengetahui tingkat toksisitas akut dari ekstrak cabai Capsicum annuum varian Pontianak melalui pengujian pada hewan uji. Uji iritasi lokal dilakukan pada kulit dan mata kelinci jantan New Zealand menggunakan metode Draize. Uji toksisitas akut dilakukan pada mencit jantan galur Mus Musculus dengan pemberian dosis ekstrak secara oral. Hasil uji iritasi menunjukkan bahwa konsentrasi 2% menyebabkan iritasi ringan pada kulit tetapi tidak mengiritasi pada
mata, sedangkan pada kosentrasi 0,7%, 1%, dan 1,33% tidak menyebabkan iritasi baik pada kulit maupun mata. Pada uji toksisitas akut, tidak ditemukan kematian pada hewan uji hingga dosis 2000 mg/kgBB, sehingga nilai LD₅₀ diperkirakan lebih dari 2000 mg/kgBB dan tergolong kategori toksisitas rendah (kategori 5 GHS). Berdasarkan hasil tersebut ekstrak Capsicum annuum varian Pontianak Kalimantan Barat tergolong aman sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan aktif dalam formulasi agen penindak huru-hara
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Capsicum annuum, varian Pontianak, uji iritasi lokal, uji toksisitas akut |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Fakultas Farmasi Militer > Prodi Sarjana Farmasi |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 07:50 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 07:50 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/6986 |
