SANTI BORU BARINGBING, NADYA (2024) HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN RISIKO KEJADIAN HEPATOTOKSISITAS AKIBAT PEMBERIAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS SI RSUP PERSAHABATAN TAHUN 2023-2024. Undergraduate thesis, Universitas Pertahanan RI.
HALAMAN AWAL.pdf
Download (4MB)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (358kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (696kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (471kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (535kB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (345kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (360kB)
Abstract
Hepatotoksisitas akibat pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) merupakan salah satu efek samping serius yang dapat mempengaruhi keberhasilan terapi pasien tuberkulosis (TB). Indeks Massa Tubuh (IMT) diduga berperan dalam meningkatkan risiko hepatotosisitas, terutama pada pasien dengan status gizi yang kurang optimal. Tujuan Penelitian inni bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan risiko kejadian hepatotoksisitas akibat pemberian OAT pada pasien TB di RSUP Persahabatan tahun 2023-2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus-kontrol dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien TB di RSUP Persahabatan yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Fishe Extract untuk menilai hubungan antara IMT dan kejadian hepatotoksisitas. Hasil : Analisis statistik menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan kejadian hepatotoksisitas akibat OAT (p-value = 0,599). Meskipun pasien dengan IMT rendah cenderung mengalami peningkatan enzim hati, hubungan ini tidak cukup kuat secara statistik. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil ini antara lain variasi respon individu terhadap OAT, faktor genetik dalam metabolisme obat. serta keterbatasan data rekam medis yang tidak mencangkup faktor lain seperti asupan nutrisi dan status fungsi hati sebelum pengobatan dimulai. Kesimpulan : IMT tidak terbukti secara signifikan berhubungan dengan risiko hepatotoksisitas akibat OAT pada pasien TB. Namun, hasil ini menunjukan bahwa pasien dengan IMT rendah tetap memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami peningkatan nilai fungsi hati, sehingga pemantauan fungsi hati dan manajemen gizi tetap diperlukan selama terapi TB.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Indeks Massa Tubuh, Hepatotoksisitas, Tuberkulosis, Obat Anti Tuberkulosis |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Militer > Prodi Sarjana Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 01:21 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 01:21 |
| URI: | http://repo.idu.ac.id/id/eprint/6960 |
