ANALISIS KANDUNGAN NUTRISI DAN ANTINUTRISI BIJI KORO BENGUK (Mucuna spp.) SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI PROTEIN DALAM RANGKA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL

FATHIHA AZZAHRA, UZWATHUL (2024) ANALISIS KANDUNGAN NUTRISI DAN ANTINUTRISI BIJI KORO BENGUK (Mucuna spp.) SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI PROTEIN DALAM RANGKA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL. Undergraduate thesis, Universitas Pertahanan RI.

[thumbnail of HALAMAN AWAL] Text (HALAMAN AWAL)
HALAMAN AWAL.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (355kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (731kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (451kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (634kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (359kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (587kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penyediaan protein yang cukup menjadi prioritas utama dalam peningkatan pasokan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor bahan protein seperti kedelai. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan alternatif dalam pemenuhan protein adalah Mucuna spp. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kandungan senyawa nutrisi dan antinutrisi pada biji antar spesies dan aksesi Mucuna spp. Kandungan nutrisi yang dianalisis yaitu karbohidrat, protein, dan lipid, sedangkan kandungan antinutrisi yang dianalisis adalah sianida, asam fitat, fenolik, dan tanin. Hasil dari penelitian ini adalah kadar protein paling tinggi dimiliki oleh biji Mucuna spp. dari aksesi Indramayu (679,4 ± 7,21 g/ml), kadar karbohidrat tertinggi dari aksesi Jember dan Wonogiri (1049,66 g/ml), dan bobot lipid yang relatif sama di semua aksesi (10 mg). Kadar protein dan karbohidrat pada Mucuna spp. terbukti lebih tinggi daripada kedelai. Senyawa
antinutrisi, yaitu sianida pada biji Mucuna spp. memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan biji kedelai, dengan nilai sebesar 69,578 ± 2,45 g/ml pada aksesi Indramayu, 84,543 ± 2,15 g/ml pada aksesi Wonogiri, dan 57,273 ± 1,60 g/ml pada aksesi Jember. Senyawa asam fitat, fenolik, dan tanin di biji Mucuna spp. dari aksesi Indramayu memiliki kadar yang lebih tinggi daripada aksesi Jember, Wongori, dan kedelai dengan nilai sebesar 85,42 ± 0,56 ppm; 5,18 ± 0,005 ppm; dan 1,65 ± 0,01 ppm. Analisis morfologi terhadap karakteristik kuantitatif dan kualitatif biji mengkonfirmasikan bahwa ketiga aksesi yang diamati
merupakan spesies dari Mucuna pruriens var. pruriens, M. pruriens var. utilis, dan M. bracteata. Perbedaan karakter ini merupakan salah satu parameter penting dalam identifikasi dan klasifikasi biji Mucuna spp..

Kata kunci: Karbohidrat, morfologi biji, sianida, spektrofotometer

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
T Technology > TX Home economics
Divisions: Fakultas MIPA Militer > Prodi Sarjana Biologi
Depositing User: Unnamed user with email unhanperpus@idu.ac.id
Date Deposited: 26 Aug 2026 03:46
Last Modified: 26 Aug 2026 03:46
URI: http://repo.idu.ac.id/id/eprint/3344

Actions (login required)

View Item
View Item